“Bawaslu Pamekasan Gandeng Pramuka: Perkuat ‘Mata dan Telinga’ Pengawasan Pemilu”
|
PAMEKASAN — Pengawasan Pemilu bukan hanya tugas Bawaslu. Semakin luas partisipasi masyarakat, semakin kuat pula demokrasi yang dibangun. Semangat inilah yang menjadi pijakan Bawaslu Kabupaten Pamekasan saat melakukan audiensi ke Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Pamekasan, Rabu (2/9/2026).
Bertempat di Kantor Sekretariat Kwarcab Gerakan Pramuka Pamekasan, Jalan Teja Nomor 14 Pamekasan, jajaran Bawaslu Pamekasan hadir langsung untuk membangun komunikasi sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam memperkuat pengawasan partisipatif melalui pembentukan Saka Adhyasta Pemilu di Kabupaten Pamekasan.
Rombongan Bawaslu Pamekasan dipimpin Ketua Bawaslu Kabupaten Pamekasan Sukma Firdaus bersama Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (P2H) Abdullah Saidi, Kasubag Pengawasan dan Humas, serta jajaran staf sekretariat.
Kedatangan jajaran Bawaslu Pamekasan disambut oleh pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Pamekasan, di antaranya Wakil Sekretaris Didik Wahyudi, Andalan Cabang Urusan Satuan Karya Zainal Fatah, S.Pd., serta Andalan Cabang Bidang Sarana dan Prasarana Hasbullah.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu Pamekasan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kwarcab yang telah menerima audiensi dan meluangkan waktu untuk berdiskusi.
Menurutnya, audiensi tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi langkah awal untuk saling mengenal sekaligus membangun sinergi antara Bawaslu dan Gerakan Pramuka dalam mengawal demokrasi di Kabupaten Pamekasan.
“Tujuan kami datang ke Kwarcab ini tentu pertama untuk bersilaturahmi, saling mengenal, sekaligus menyampaikan pentingnya pembentukan Saka Adhyasta Pemilu di Kabupaten Pamekasan,” ujar Ketua Bawaslu Pamekasan.
Pramuka sebagai Kekuatan Pengawasan Partisipatif
Bawaslu Pamekasan melihat Gerakan Pramuka memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam memperluas pendidikan dan pengawasan partisipatif Pemilu.
Saka Adhyasta Pemilu dapat menjadi wadah pembinaan bagi anggota Pramuka golongan Penegak dan Pandega untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman, serta keterampilan terkait kepemiluan dan pengawasan partisipatif.
Hal tersebut menjadi semakin penting karena keterbatasan jumlah jajaran pengawas di tingkat kecamatan hingga desa membutuhkan dukungan masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam mengawasi setiap proses demokrasi.
“Jumlah pengawas di tingkat kecamatan dan desa tentu terbatas. Karena itu, Bawaslu membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi Pemilu,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, anggota Pramuka di lingkungan Kwarcab Pamekasan dinilai dapat menjadi mitra strategis Bawaslu.
Dengan jaringan dan keberadaan anggota Pramuka yang tersebar di berbagai wilayah, kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kepemiluan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan.
Pramuka diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan masyarakat yang ikut melihat, mendengar, dan menyampaikan informasi terkait potensi persoalan kepemiluan di lingkungan masing-masing.
“Harapannya, Pramuka bisa menjadi mata dan telinga Bawaslu yang lebih luas dalam melakukan pengawasan di lapangan,” tegasnya.
Karena itu, Bawaslu Pamekasan meminta dukungan Kwarcab Gerakan Pramuka Pamekasan untuk bersama-sama mendorong terbentuknya Saka Adhyasta Pemilu di Kabupaten Pamekasan.
Kwarcab Pamekasan Buka Pintu Kolaborasi
Gayung bersambut. Kwarcab Gerakan Pramuka Pamekasan menyambut positif langkah Bawaslu Pamekasan untuk menjadikan Gerakan Pramuka sebagai mitra strategis dalam mengawal demokrasi.
Wakil Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Pamekasan, Didik Wahyudi, menyampaikan terima kasih kepada Bawaslu Pamekasan yang telah memberikan kepercayaan kepada Kwarcab Pamekasan untuk menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan partisipatif.
Menurutnya, audiensi tersebut menjadi langkah awal yang baik untuk membangun kerja sama yang lebih konkret antara kedua lembaga.
Didik menjelaskan, dirinya mendapat amanah dari Ketua Pengurus Harian Kwarcab Pamekasan, Alwi, yang juga merupakan Kepala BKPSDM Pamekasan, untuk memfasilitasi tujuan audiensi Bawaslu Pamekasan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu Pamekasan yang berkenan hadir dan mempercayai Kwarcab Pamekasan sebagai mitra strategis dalam mengawal demokrasi di Pamekasan,” ungkap Didik.
Ia juga membuka peluang adanya kerja sama formal antara Bawaslu Pamekasan dan Kwarcab Gerakan Pramuka Pamekasan melalui Memorandum of Understanding (MoU).
“Kita nanti bisa melakukan MoU antara Bawaslu Pamekasan dan Kwarcab Pamekasan. Kami menunggu draft MoU dari Bawaslu Pamekasan untuk kemudian dibahas bersama pengurus dan Ketua Pengurus Harian, Bapak Alwi,” tambahnya.
Bagi Bawaslu Pamekasan, pengawasan partisipatif bukan sekadar slogan. Pengawasan partisipatif merupakan gerakan bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
Dan melalui Pramuka, pesan tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak generasi muda.
Dari Pamekasan, sinergi Bawaslu dan Pramuka diharapkan menjadi langkah kecil yang mampu menghadirkan dampak besar bagi lahirnya demokrasi yang semakin berkualitas, berintegritas, dan partisipatif.
Humas Bawaslu Pamekasan
Penulis dan Foto : ADI
Editor : SAM